Indonesia Influencer Marketing

Menggandeng influencer untuk mengkomunikasikan sekaligus mengkampanyekan brand menjadi salah satu cara yang paling banyak dipilih para pemasar saat ini. Pantene dari P&G misalnya, baru-baru ini memanfaatkan 1.000 influencer untuk mengkampanyekan #DadahAwutAwutan. Kampanye digital dengan 1.000 influencer itu dilancarkan P&G untuk memperkenalkan produk kondisioner tanpa bilas terbaru, yakni Pantene Perfect On.

Popularitas strategi Influencer Marketing juga diikuti dengan bertumbuhnya platform aplikasi influencer marketing maupun agensi yang khusus menawarkan layanan influencer marketing. Termasuk, bermunculannya para influencer di Indonesia, mulai dari level nano, mikro, makro, hingga mega influencer.

Lantas, bagaimana brand dapat menjangkau khalayak sasarannya secara lebih terukur melalui konsep influencer marketing? Seperti apa strateginya? Bagaimana memilih influencer yang tepat? Perlukah menggunakan jasa influencer? Simak cover story Majalah MIX-Marcomm edisi Juni-Juli 2019.

Pada edisi ini, Majalah MIX juga mengupas isu menarik lainnya. Di antaranya, Creating Share Value ala Cimory, Ad Review TVC Emeron vs Sunsilk, hingga profil “Brand Guardian Acer Indonesia”.

Selamat menikmati sajian kami kali ini,...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)