Delapan tahun malang melintang di dunia TV—SCTV dan ANTV—akhirnya, pada tahun 2012 Eva Chairunisa memutuskan untuk menerima tantangan karir di PT KAI Commuter Jabodetabek. Tepat di bulan April, Eva dipercaya menempati posisi Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek.

Perjumpaan Eva dengan dunia perkeretaapian berawal dari tugas invetigasi mendalam tentang perubahan kebijakan KAI tentang Single Operation—yakni, meniadakan kereta express. “Dari perbincangan yang intens, saya tertarik sekaligus tertantang untuk terlibat dalam pembenahan perkeretaapian. Itu sebabnya, begitu tawaran KAI datang, saya pun menyambutnya,” Eva bercerita.

Eva Chairunisa, Manager Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek

Alumnus Universitas Indonesia jurusan Psikologi itu mengungkapkan bahwa dunia yang kini ia tekuni sebenarnya tak jauh berbeda dengan media. “Kalaupun ada perbedaan, hanya beda di konteks,” terang Eva, yang pernah menangani tayangan 'Napak Tilas' dan 'Tititan Kasih' di ANTV.

Jika di media Eva harus menghadapi narasumber, maka profesinya sekarang justru menuntutnya untuk memahami stakeholder seperti pengguna kereta api dan pemerintah. Jika di media Eva harus memiliki
data yang akurat dan jelas untuk membuat sebuah berita, maka saat ini ia juga harus mampu memiliki data yang akurat dan jelas dalam merilis dan mengkomunikasikan sebuah informasi.

Selang satu semester menempati posisi sebagai Manager Komunikasi Perusahaan, Eva langsung ditantang untuk menangani isu kenaikan tarif. Bagi ibu dari Althaira (2 tahun) itu, hal itu menjadi momen paling berharga. Lantaran, melalui momen itulah Eva bisa memetik banyak hal.

“Yang dapat saya petik, mulai dari melatih kesabaran, memahami lebih mendalam seputar perkeretaapian, hingga lebih memahami karakter dari masing-masing stakeholder, baik internal maupun eksternal. Kuncinya, saya harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan seluruh stakeholder,” ujar kelahiran Jakarta 29 tahun yang silam itu mengenang.

Diakuinya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh KAI. Oleh karena itu, melalui akun sosial Twitter, Facebook, dan website KAI, Eva membuka diri untuk menerima kritikan dan masukan dari seluruh stakeholder. Eva dan tim pun kerap meng-update informasi terkini di akun tersebut. Bahkan, tak jarang, akun media sosial pribadinya serta ponselnya, sangat terbuka untuk menerima masukan dari stakeholder.

Hinaan hingga makian, diakui Eva, sudah menjadi makanan sehari-hari. Ia pun memaklumi itu. Baginya, itu semua adalah otokritik untuk perbaikan ke depan. “Filosfi hidup saya, sepanjang saya tidak punya niat jahat, maka apapun yang saya lakukan pasti berhasil. Meskipun tak bisa dipungkiri, ada pikiran positif atau negatif dari orang-orang. Untuk itu, saya optimis mimpi saya akan terwujud, yakni menciptakan wajah perkeretaapian yang lebih baik,” yakinnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 thought on “Eva Chairunisa, Mantan Jurnalis yang Tertantang Membenahi Wajah Perkeretaapian”

Selamat atas kejaidajn di perlintasa bintaro kemarin sekitar pukul 11.23, Tidak hanya perlintasan saja yang menjadi pokoknya, tetapi di setiap gerbong harus ada alat pemecah kaca bila terjadi kecelakaan, coba mbak nisa bayangkan, betapa hiruk-pikuknya kamrin manusia menyelamatkan diri untuk keluar dari gerbaong yang beradu dengan NYAWA.....PIKIRKAN BAIK_BAIK .....!!!
by bugelkaliki, 10 Dec 2013, 09:12

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)