Jakarta, Kota Investasi Utama untuk Pasar Properti Asia

Portal properti online Rumah123.com memaparkan hasil survei yang dilakukan terhadap lebih dari 10 ribu responden di Indonesia terkait pasar properti di Asia khususnya Asia tenggara, pada Selasa (20/8) di Jakarta. Menurut survei yang dilakukan pada bulan Juni–Juli 2013 tersebut, didapatkan hasil bahwa kota Jakarta merupakan kota utama di Asia yang memiliki tingkat ketertarikan tertinggi untuk investasi di bidang properti.

Dalam survey yang dilakukan Rumah123.com terhadap 10 ribu responden online, 58% memandang suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di Indonesia saat ini terasa berat.

“Selain Jakarta, dalam survei tersebut, sekitar 50 persen responden juga memilih Bandung sebagai kota paling dimintai untuk investasi properti. Hal ini tercermin dari maraknya pembangunan hunian landed houses atau rumah tapak, maupun vertical houses yaitu apartemen atau kondominium,” ucap Andy Roberts, General Manager Rumah123.com.

Selain Jakarta dan Bandung, dalam survei tersebut juga terungkap, sebanyak 36 persen masyarakat melihat kota Bogor sebagai daerah favorit untuk investasi properti, “Selain dekat dengan Jakarta, harga tanah dan rumah di Bogor juga masih dapat terjangkau untuk beberapa kelas ekonomi,” sahut Andy.

Ia mengungkapkan, harga pasar perumahan mewah di area Jakarta Raya mengalami lonjakan sebesar 38 persen, terutama pada 2012 lalu. Dan di tahun 2014 diprediksi harganya masih akan sama. Sementara, permintaan apartemen di area Central Business District (CBD) juga tergolong tinggi karena populasi penduduk di metropolitan mencapai 12 juta orang.

“Secara umum, harga properti di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Malaysia dan seperdelapan-nya harga properti di Singapura. Namun melihat perkembangan Indonesia, terutama Jakarta, sudah menjadi kota utama untuk tujuan investasi properti dalam beberapa tahun ini,” jelas Andy.

Tidak seperti di negara lain, kepemilikan properti oleh asing masih sulit di Indonesia. Tercatat dalam survey tersebut hanya 58 persen responden tidak ingin pemerintah mengizinkan orang asing untuk membeli apartemen atau kondominium di Indonesia. “Mereka bisa khawatir bahwa permintaan dari orang asing akan meningkatkan harga properti di Indonesia,” ungkap Shaun di Gregorio, CEO iProperty Group.

Dalam survey tersebut juga terungkap bahwa lebih dari setengah (58 persen) responden memandang suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di Indonesia saat ini terasa berat. Sementara 36 persen merasa bahwa suku bunga saat ini sudah pada tingkat yang ideal. Disebutkan Andy, kekhawatiran terbesar dari responden adalah mengenai kondisi pasar properti serta keterjangkauan dan kenaikan harga rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)