Ramaikan Pasar Home Appliances, ARTUGO Lancarkan Empat Strategi Ini

Di saat pandemi berakhir krisis bagi mayoritas perusahaan yang ada di Indonesia, namun ada sejumlah pelaku usaha yang justru menyikapinya sebagai peluang. Adalah ARTUGO, merek home appliances lokal, yang memilih hadir perdana di pasar Indonesia pada awal Agustus 2020 ini.

Sebagai pendatang baru di pasar home appliances, tentu saja ARTUGO harus menghadapi persaingan sengit di Indonesia. Mengingat, merek-merek incumbent yang berasal dari perusahaan kelas kakap, seperti Sharp, Samsung, LG, Panasonic, Polytron, Modena, dan merek besar lainnya tak akan tinggal diam.

Dijelaskan Robert Widjaja, CEO PT Kreasi Arduo Indonesia (ARTUGO), pandemi tidak menyurutkan langkah ARTUGO untuk memasuki pasar home appliance di Indonesia. Optimisme ini tak lepas dari matangnya strategi yang telah dipersiapkan untuk mengubah kondisi yang kurang ideal menjadi peluang. “Perspektif dari sisi konsumen adalah kunci untuk mendapatkan kepercayaan calon pengguna produk kami,” ucapnya pada hari ini (5/8) pada saat konferensi pers virtual.

Ada empat strategi yang dilancarkan ARTUGO demi memasuki pasar home appliances sekaligus mencuri perhatian konsumen Indonesia. Pertama, memperkenalkan lini produk pertamanya, Chezt Freezer. Produk ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pasar di masa pandemi Covid-19.

“Era normal baru yang berdampak pada menurunnya intensitas kegiatan di luar rumah termasuk belanja, membuat masyarakat kini punya kebiasaan baru menyimpan bahan makanan lebih banyak dari sebelumnya. Selain itu, banyaknya peralihan pekerjaan dari sektor formal ke non-formal bagi pekerja yang terimbas dampak ekonomi akibat Covid-19, sehingga mendorong bertumbuhnya jumlah wirausaha di sektor penjualan food and beverage,” papar Robert tentang alasan ARTUGO menghadirkan Chezt Freezer sebagai lini produk pertamanya.

Tingginya permintaan Chezt Freezer juga ditandai dengan besarnya pasar ini, yakni mencapai 300-400 ribu dalam setahun. “Para pemainnya pun makin banyak. Saya perkirakan lebih dari 12 pemain. Bahkan, ada pemain yang tadinya berfokus pada produk sanitary, ikutan main di kategori chezt freezer,” ujarnya.

Untuk menggarap pasar chezt freezer, ARTUGO menghadirkan inovasi berupa produk chest freezer dengan Pre-Coated Material (PCM) sebagai bahan cabinet dalam, sehingga lebih kuat, tahan gores, anti karat, dan mudah dibersihkan. Dari sisi teknologi, ARTUGO mengembangkan Wide Range Voltage Compressor yang mampu tetap bekerja optimal di tengah kondisi tegangan listrik yang tidak stabil dari 160 hingga 260 Volt. Dengan demikian, diklaim Robert, produk chest freezer pun lebih awet.

Khusus untuk chest freezer berkapasitas besar 900 liter hingga 1390 liter, ARTUGO mendatangkan kompresor Spanyol yang dikenal unggul di kelas heavy duty, Matador Series. “Chest freezer ini dibuat untuk mengakomodir kebutuhan pelaku bisnis yang membutuhkan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan untuk rumah tangga,” lanjut Robert yang menargetkan 20 ribu unit chezt Freezer ARTUGO dapat terjual hingga akhir tahun 2020.

Strategi kedua, ARTUGO menghadirkan inovasi berupa layanan purnajual berbasis digital, yakni ARTUGO Digital Warranty. “Melalui ARTUGO Digital Warranty, kami menghadirkan sistem purna jual berbasis digital yang mumpuni, yang akan menjadi jembatan penghubung antara ARTUGO dan konsumen secara langsung dan berkesinambungan,” yakin Robert.

Dengan adanya ARTUGO Digital Warranty, menurutnya, konsumen sangat dimudahkan dalam proses klaim garansi maupun layanan pendukung lain yang dibutuhkan. “Pengguna cukup melakukan scan QR Code pada produk dan mengikuti beberapa langkah registrasi, secara otomatis produk akan terdaftar dalam website www.artugo.co.id. Dengan begitu, kendala yang biasa terjadi karena hilangnya nota pembelian atau kartu garansi, kini tak lagi menjadi persoalan,” paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dengan ARTUGO Digital Warranty, konsumen tak perlu repot menghubungi nomor service center ketika memerlukan layanan. Sebab, dalam ARTUGO Digital Warranty, telah tersedia fitur untuk meminta perbaikan yang dapat diakses selama 24 jam.

“Bahkan, update proses perbaikan pun dapat dipantau melalui fitur Service Tracking. Fitur ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan pengguna, karena mengetahui dengan pasti sampai di mana kemajuan proses perbaikan produk ARTUGO miliknya,” imbuh Robert.

Selain itu, ARTUGO juga menghadirkan komitmen 7 Days Solution. Artinya, saat produk mengalami masalah dan memerlukan perbaikan lebih lanjut, maksimal dalam tujuh hari sejak konsumen menyampaikan keluhan, ARTUGO akan memberikan solusi. Mulai dari meminjamkan produk pengganti atau loan unit, hingga mengganti produk bermasalah dengan produk yang baru. “7 Days Solution bertujuan untuk memastikan ARTUGO Family tidak kehilangan fungsi dari produk ARTUGO saat produknya memerlukan perbaikan,” tegas Robert.

Strategi ketiga adalah massif memanfaatkan media konvensional, digital, dan media sosial (medsos) untuk membangun brand awareness dan edukasi market. Diungkapkan Robert, ARTUGO akan menggunakan website dan akun medsos seperti Facebook, Instagram, serta Youtube untuk membangun brand awareness dan mengedukasi produk sekaligus ARTUGO Digital Warranty.

“Kami juga akan menggandeng Key Opinion Leader (KOL) dan brand ambassador untuk mengedukasi market, membangun brand awareness, serta men-deliver pesan merek ARTUGO. Dalam waktu dekat, kami akan perkenalkan brand ambassador ARTUGO,” ucapnya.

Selain digital dan medsos, diakui Robert, ARTUGO juga akan menggunakan kanal komunikasi konvensional seperti Public Relation melalui pendekatan media, menggunakan kanal radio untuk pasar di daerah, hingga roadshow melalui aktivasi merek di daerah-daerah yang memungkinkan untuk dilakukan. Tentu saja, dengan mengacu pada protokol kesehatan.

Strategi keempat, pemerataan distribusi ke seluruh Indonesia. “Saat ini, kami telah membuka channel ke seluruh area Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Target untuk menembus Kalimantan hingga Sumatera, akan kami realisasikan beberapa pekan ke depan. Hingga akhir tahun ini, kami targetkan ARTUGO memiliki 14 cabang di seluruh Indonesia,” patok Robert.

Diakui Robert, sampai saat ini, semua produk ARTUGO memang masih impor dari China dan Turki. “Namun, kami menargetkan, paling telat, ARTUGO akan membangun pabrik di Indonesia dalam tiga tahun ke depan,” pungkas Robert.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)