The Social Revolution of Place Marketing

Otoritas wisata Florida meminta warga mengirim e-kartu pos, bersama dengan kupon dan diskon, mendorong teman-teman dan kerabat untuk mengunjungi negawa bagian yang mendapat julukan Sunshine State itu.

Selain itu, pengguna mengirimkan sejumlah terbesar undangan yang bisa mereka menangkan dengan mengunjungi Florida. Untuk meningkatkan motivasi, kampanye didukung oleh video online menyoroti kontribusi industri pariwisata terhadap ekonomi Florida.

Analogi yang sama bisa dilihat dari kampanye #LoveBekasi yang dilakukan XL.Ketika pesaingnya Indosat tersandung kecaman sekaligus tuntutan hukum dari warga Bekasi, ketika Indosat tengah berupaya mengembalikan kepercayaan warga Bekasi, XL justru mencoba menangkap kecaman warga Bekasi terhadap Indosat sebagai peluang. Response yang muncul melalui twitter juga sangat positif dan menjadi trending topik.

Seperti diketahui 23 Desember 2014 lalu, Indosat mengeluarkan kampanye viral #IndosatMania melalui akun Twitter berbuntut panjang. Media promosi bertuliskan ”Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke Bekasi” itu menuai reaksi keras warga. Dengan kata lain, bila kampanye ini ini dikelola dengan baik, Pemkot Bekasi bisa meleveragenya menjadi promosi Bekasi sebagai destinasi yang mengasyikkan.

Air Asia Go juga menggelar kampanye yang sama. Dua tahun lalu misalnya AirAsia meluncurkan program “Telusur Nusantara 2013: Sulawesi Kita,” sebuah kampanye untuk mendorong masyarakat Indonesia memilih tujuan wisata dalam negeri ketimbang destinasi luar negeri. Secara ideal, kampanye ini juga mendorong setiap orang Indonesia menjadi ambassador bagi destinasi lokal Indonesia ke seluruh dunia melalui berbagai media sosial.

Sementara itu, secara khusus bagi Air Asia, kampanye ini ditujukan untuk menjelaskan product knowledge Air Asia Go Indonesia sebagai salah satu yang terdepan sebagai Online Travel Agency (OTA) di Indonesia; membedakan fungsi dan layanan yang disediakan oleh Air Asia Go sebagai OTA dan Air Asia sebagai airline service, sekaligus menjelaskan hubungan kedua organisasi tersebut; serta mendorong masyarakat untuk terlibat dalam program Telusur Nusantara melalui media sosial.

Hasil kampanye itu cukup memuaskan manajemen Air Asia Go. Selama kampanye digital “Telusur Nusantara 2013: Sulawesi Kita”, traffic Facebook Air Asia Go mencapai sebanyak 148.992 orang. Sementara itu, pengunjung yang masuk ke Website www.telusurnusantara.com mencapai 519. Pertumbuhan jumlah followers Twitter selama program “Telusur Nusantara 2013: Sulawesi Kita” berlangsung juga signifikan. Jika pada 29 November 2013 baru akun Twitter @AirAsiaGoID memiliki 13.080 followers, di akhir program ini followers-nya menjadi 13.353. Begitu juga dengan Fans di Facebook, yang pada 29 November 2013 berjumlah 132.091, menjadi 132.632 fans di akhir program.

Sementara itu, selama program “Telusur Nusantara 2013: Sulawesi Kita” berlangsung, terdapat 445 percakapan yang menggunakan hashtag #TelusurNusantara dan 1157 repplies yang ditujukan kepada @AirAsiaGoID.

Komunikator pemasaran selalu dihadapkan pada persoalan penentuan tanggapan yang diharapkan dari audiens. Yang berlaku umum selama ini adalah pemasar mungkin menginginkan tanggapan kognitif (cognitif), pengaruh (affective), dan perilaku (behavior). Artinya, pemasar mungkin ingin memasukkan sesuatu ke dalam pikiran konsumen, mengubah sikap konsumen, atau mendorong konsumen untuk bertindak.

Proses ini mengasumsikan bahwa pembeli melewati tahap kognitif, pengaruh dan perilaku sesuai dngan urutan tersebut. Namun bagaimana yang sebenarnya terjadi tergantung pada tingkat keterlibatan konsumen. Misalnya, urutan mempelajari-merasakan-melakukan cocok jika audiens sangat terlibat dengan suatu kategori produk yang memiliki diferensiasi yang tinggi, misalnya dalam pembelian mobil.

Urutan lainnya, melakukan-merasakan-mempelajari relevan jika audiens memiliki keterliban yang tinggi tetapi menganggap tidak ada atau sedkit diferensiasi dalam kategori produk itu, misalnya dalam pembelian lebar aluminium. Lainnya adalah urutan mempelajari-melakukan-merasakan yang relevan jika audiens memiliki keterlibatan yang rendah dan menganggap hanya ada sedikit diferensiasi dalam kategri produk itu, misalnya dalam pembelian garam.
Setelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens, komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya, suatu pesan harus menarik perhatian (attention), mengembangkan ketertarikan (interest), membangkitkan keinginan (desire), dan menggerakkan tindakan (action).

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)