Kompaknya Oriflamians dan Brand Partners

Di tengah semua brand memanfaatkan media sosial pada masa pandemi, Oriflame mampu menjadi “Top Issue on Social Media”. Merek kosmetik dengan sistem penjualan langsung asal Swedia ini, bahkan mampu menyisihkan merek-merek kosmetik besar dan multinasional. Sukses ini berkat kekompakan Oriflamians dan Brand Partners.

Studi “Top Issue on Social Media” yang dirilis Ivosights melalui penelusuran Ripple 10 Digital Listening Tools mengungkapkan bahwa Oriflame menjadi merek kosmetik yang paling banyak diperbincangkan di media sosial (Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, Blogs, News Portal, dan Forum) pada sepanjang Agustus dan September 2020.

Pada periode itu, Oriflame menjadi kosmetik yang paling banyak diperbincangkan, bahkan mampu menyisihkan merek-merek besar maupun merek-merek multinasional seperti The Body Shop, Nivea, Maybelline, Wardah, Ponds, Viva, Sariayu, Revlon, dan sebagainya.

Isu yang menjadi perbincangan saat itu antara lain Tender Care, yang merupakan balm yang diciptakan khusus untuk kulit kering serta katalog online yang di-posting para member Oriflame atau biasa disebut brand partners. Ya, peran aktif para brand partners Oriflame di media sosial memang membuat percakapan Oriflame selalu tinggi setiap bulannya.

Pencapaian di tengah semua brand memanfaatkan media sosial pada masa pandemi ini, tentu saja menjadi performa istimewa bagi Oriflame. Dikatakan Lady Shinta, Event & PR Coordinator Sales Support Department Oriflame Indonesia, sukses ini berkat kerja keras tim Oriflame Indonesia di bawah kepemimpinan Fredrik Nilsson yang kini menjabat sebagai Vice President of South East Asia and Head of Oriflame Indonesia serta dukungan para Brand Partners Oriflame, yang saat ini jumlahnya mencapai 300 ribu member aktif.

Salah satu Brand Partners Oriflame yang juga Top 1 Oriflame Indonesia dan Top 10 Global 2020, Yulia Riani, mengaku sudah aktif memanfaatkan media sosial untuk mengkomunikasikan produk-produk Oriflame sejak beberapa tahun lalu, sebelum pandemi. Langkah ini juga sudah dilakukan oleh brand partners Oriflame lainnya.

Pada sebuah kesempatan wawancara dengan MIX di program Brand Story, Yulia mengaku rata-rata mem-posting 10-20 kali konten di IG Story setiap harinya dan satu kali dalam sehari di Feed IG-nya. Bahkan, tak hanya Instagram, ia juga memanfaatkan akun media sosial lainnya, seperti Facebook, Youtube, Podcast, hingga teranyar TikTok untuk mengkomunikasikan produk-produk Oriflame. Bagi Yulia dan brand partners lainnya, media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Diakui Lady, tahun ini adalah tahun yang sangat challenging bagi Oriflame, termasuk juga untuk semua brand di berbagai industri. “Namun, kami tidak melihat itu sebagai hambatan. Melainkan, kesempatan bagi kami untuk lebih berkembang. Kami berinovasi untuk memberikan yang terbaik bagi para Brand Partners untuk terus bisa menjalankan bisnis Oriflame,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan Oriflame di masa pandemi ini adalah dengan menyediakan platform digital. Dengan demikian, para Brand Partners bisa berbisnis kapan saja, dan dari mana saja, baik dengan Oriflame Apps, Personal Beauty Stores, Social Media Hub, dan juga memaksimalkan semua kanal digital mainstream (Facebook, Instagram, Youtube).

“Baru-baru ini kami juga bekerja sama dengan Bambuser, sebuah platform untuk streaming video dan belanja langsung saat itu juga,” ungkap Lady, yang menyebutkan bahwa target ke depan tim adalah membuat Oriflame sebagai perusahaan kecantikan Direct Selling #1 di Indonesia dan juga dunia.

Diakui Lady, catatan sukses ini tak lepas dari budaya perusahaan yang dibangun oleh Oriflame. “Kami bisa bilang, Oriflame adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan semua impian Anda. Bukan hanya bagi Brand Partners, namun juga bagi seluruh staff yang kami menyebutnya Oriflamians. Di Oriflame, setiap orang menciptakan hubungan seperti keluarga dan kegembiraan.”

Artinya, bagi Oriflame, budaya itu penting. “Namun, bukan hanya kata-kata yang kami ucapkan dari panggung atau dimasukkan ke dalam iklan perusahaan. Budaya kami dirasakan melalui momen, baik besar maupun kecil, di sepanjang perjalanan kami bersama Oriflame. Momen-momen inilah yang membuat budaya Oriflame menjadi pengalaman yang nyata, dan bukan konsep abstrak. Artinya, ini adalah cerita yang kami buat bersama dan saling berbagi. Momen dan cerita inilah yang membuat Budaya Oriflame kami special,” cerita Lady.

Di masa pandemi, lanjut Lady, setiap hari masing-masing divisi mempunyai online meeting. Oriflame menyebut online meeting tersebut sebagai “Selamat Pagi” dan “Selamat Sore”. Hasilnya, tentu saja dilaporkan kepada masing-masing line manager atau line director.

Dalam konteks ini, atmosfer kerja yang dikedepankan Oriflame adalah transparansi. “Kami selalu mengedepankan pentingnya transparansi dari masing-masing team member. Saling memberikan  informasi jika ada kendala dan sama-sama memberikan solusi adalah kunci menjalin kokompakan tim. Karena kami adalah keluarga, maka kami bisa sharing apapun. Inilah yang membuat kami semakin solid,” ucapnya.

Lantas, bagaimana cara tim Oriflame memperoleh berbagai ide segar demi menghadirkan inovasi terkini sekaligus menghindari konflik lantaran perbedaan pendapat? Dijawab Lady, dalam bahasa Swedia, ada sebuah kata FIKA, yang artinya adalah saat dimana kami beristirahat, minum teh atau kopi, sambil makan kue. “Intinya adalah berhenti sejenak dari kesibukan, kumpul dulu. Sambil istirahat, bikin kopi atau teh, jangan lupa cemilannya. Di saat itulah, kami bisa saling terbuka, ide kreatif muncul, dan meminimalisir konflik,” ia menguraikan.

Oleh karena itu, demi mencairkan suasana, kerapkali tim Oriflame memilih makan siang di Cafetaria. “Jadi, ada spot di kantor, Cafetaria, menjadi tempat kami makan siang. Di sana, kami bisa bermain PS (Play Station), pingpong, bahkan nonton bersama. Aaah, jadi kangen sekali dengan momen seperti itu. Semoga pandemi ini cepat berakhir, dan kami bisa berkumpul dan bercengkeraman lagi,” tutup Lady.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)